Suatu hari aku sedang ada keperluan bersama suami ke kampus. Berhubung status kami sedang KKN (Kuliah Kerja Nikah) dan kebetulan pula kampus dan jurusannya sama. Selesai urusan di kampus hari sudah maghrib, jadilah kami singgah ke mesjid. Setelah selesai sholat, aku bilang sama suami : “mas.., kita malam ini makan diluar aja yuk? Biar merasakan sedang pacaran” . Loh koq pacaran? Ya iyalah, masa ya iya dong…kita kan baru nikah, nah setelah nikah baru pacaran, gitchu… hehehe… Ternyata keinginanku mendapat gayung bersambut, suami bilang : “oke.., sapa takut.?”. “Enaknya makan apa dan dimana ya mas..”. Aku bertanya. “Terserah adik aja deh, mas ngikut aja ” sambil tersenyum suami menyerahkan pilihannya pada ku.
Semasa aku ngampus dulu, ada sebuah warung bakso yang sangat terkenal di kota ini. Dan setiap pergi dan pulang dari kampus, aku selalu melewati warung bakso itu, dan sampai tamat kuliah belum pernah sekalipun merasakan bakso yang kata orang nikmatnya luar biasa. Memang setiap aku pulang kuliah, selalu penuh pengunjung di warung itu. Namanya Bakso Amat. Banyak mobil2 yang parkir di depan warung bakso amat, dan tidak sedikit juga yang naik sepeda motor. Pokok’e pengunjungnya wwuaakeeehh..tenan.. Aku jadi berkesimpulan ‘panteslah banyak pengunjungya mungkin bakso memang mak nyusss…’
Kembali ke dialog ku dengan suami. Akhirnya pilihan aku untuk makan malam kali ini jatuh pada warung bakso amat. Sepeda motor suami akhirnya melaju perlahan, dan aku duduk manis di boncengan….
Gak terasa kami sudah tiba di Bakso Amat. Malam itu cukup ramai, kami memesan 2 mangkuk bakso, dan 2 gelas jus tomat. Masa penantian dengan perut yang lapar ternyata sangat tidak nyaman…. Akhirnya penantian berakhir juga . Datanglah pesanan kami. Dengan lahapnya dan tak lupa baca bismillah kami mulai melahap….Aku mulai berkomentar tentang cita rasa baksonya. Maklumlah naluri kewanitaan yang selalu suka bereksplorasi tentang makanan selalu berontak, hehehe…
“Sepertinya rasa baksonya biasa aja ya mas..? gak seenak yang adik bayangkan. Menurut mas gimana?”. “Iya juga ya.., masih lebih enak bakso yang di depan sekolah tempat mas ngajar ya kan ?”.. “iya..iya..bener…jauh lebih enak disitu” . Jawabku akur…Walau dengan sedikit kecewa dengan cita rasa bakso yang mengehebohkan ini, akhirnya habis juga.. , hehehe..berhubung lapar sodara-sodara…
Suami memanggil pelayan warung untuk membayar. “Berapa mbak ?”, Tanya suamiku. Si pelayan menyerahkan sebuah kertas yang berisi list beserta harga makanan dan minuman kami. 2 mangkuk bakso dan 2 gelas jus hampir 50 ribu. Aku agak kaget.., haaa…50ribu ?? Fitrahku sebagai wanita kembali bergidik :
‘wuihh…mahal banget.., bakso yg didepan sekolah tempat mengajar suami Cuman 5ribu semangkuk plus jus 4ribu. Jadi kalau pesan 2porsi paling abis 20ribu..Disini hamper 50ribu…’ . Kebengonganku berakhir setelah kaget dengan suara suami yang mengajak pulang.
Setelah keluar dari warung bakso itu. Aku menceritakan apa yang aku fikirkan tadi sama suami… Ternyata suami juga sefikiran dengan ku. “50 ribu cuman untuk makan semalam ya dik… ? kalau gitu jangan 2kali yah..” suamiku meyakinkan dengan tertawa.. “iya deh mas…”. Sambil cengar-cengir aku menjawab malu…, soalnya aku yang usul tempat tadi. “Mending kita beli bakso di depan tempat ngajar mas ya…udah murah enak lagi…”. “iya setuju…” jawabku masih menahan tawa ingat kejadian barusan..
Berhubung keuangan kami sedang cekak, maklum habis pengantin baru belum ada modal trus uang tabungan habis untuk bayar kepeluan kuliah berdua, jadi uang 50 ribu sangat berharga sekali dan akhirnya harus dikeluarkan secara dramatis gini… Maxudnya mau romantis-romantisan eh..malah funny ending….hahahaha…
Akhirnya dengan menggandeng tanganku suami mengajak ke tampat parker..dan pulang…tetap sambil ketawa-ketiwi mengingat balada bakso amat…. ah..ternyata walau berakhir dramatis, cukup indah untuk dikenang..
:)
Posted in Kisah-Qu | No Comments »