Tak Benar RI Importir Kedelai Terbesar di Dunia (end)
February 18, 2008 by ayyash
Terobosan
seperti apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah kedelai
ini?
Pertama ada intensifikasi dan kedua ektensifikasi. Intensifikasi itu
peningkatan produktivitas yang bisa dicapai dengan bibit unggul. Kita sudah
menemukan bibit unggul yang baik. Amerika bisa unggul dari kualitas atau
produktivitas kedelai, karena mereka menggunakan kedelai transgenik. Jadi
tempe
dan tahu
yang kita makan sekarang ini adalah kedelai transgenik. Tapi
sudah dikaji dan dibuktikan dari sisi kesehatan tidak ada yang membahayakan.
Cuma begitu kita mau menanam tanaman transgenik diprotes ramai juga. Ingat
masalah kapas transgenik dahulu.
Walaupun begitu sudah ditemukan kualitas-kualitas unggul kedelai seperti
anjasmoro. Anjasmoro cocok untuk tahu
tempe
dengan produksi 2-3 ton per
hektar, walau masih kalah dengan Amerika yang 3-4 ton/hektar tapi sudah
lumayan. Dengan tingkat harga yang sekarang sudah layak. Karena dengan
harga yang dahulu sebesar Rp 3 ribu per kilogram memang tidak layak.
Hasilnya kedelai untuk 2 ton itu sekitar Rp 6 juta, ongkos produksi bisa
mencapai 4-5 juta. Jika dibandingkan dengan jagung sebesar Rp 2 ribu,
produksinya 6 ton bisa menghasilkan 12 juta biaya produksi sama. Otomatis
petani lebih memilih tanam jagung daripada kedelai.
Ektensifikasi adalah penggunaan pupuk, penggunaan kapur untuk tanah-tanah
yang asam, penggunaan teknologi budidaya pertanian, penggilingan, alat-alat
mesin pertanian dan sertifikasi atau perluasan lahan. Maksudnya kita akan
hidupkan kembali perluasan lahan-lahan kedelai.
Apakah petani kita tidak bisa bersaing dengan petani dari Amerika ?
Bukannya tidak bisa bersaing. Petani di Amerika ada 2 hal yang
menguntungkan, produksinya disubsidi dan ekspornya juga disubsidi. Hal
inilah yang menyebabkan petani kita kalah bersaing.
Untuk merangsang semangat petani agar mau menanam kedelai, apa yang akan
dilakukan Deptan?
Mengembalikan sentra-sentra produksi yang sudah ada, seperti lahan pertanian
kedelai. Dengan Bulog juga ada kesepakatan. Yang terpenting adalah jaminan
pasca panen. Untuk kedelai saat ini adalah jaminan pemasaran dahulu, karena
soal harga sekarang sudah bagus jadi belum perlu HPP ( Hak Pasca Panen ).
Selain itu ada kemitraan Inkopti dengan petani, kemitraan PERTANI sebagai
opteker dengan petani, kemitraan Bulog dengan petani ini yang akan kita
bangkitkan kembali.
Anda sangat optimistis sekali bisa mengembalikan swasembada kedelai.
Mengapa?
Memang saya sangat optimis karena petani di daerah Grobogan Jawa Tengah bisa
menemukan kedelai baru bernama Malabar Grobogan. Penemuan kedelai baru ini
juga bisa menghasilkan sebesar 4 ton/hektar dalam setahun dengan varietas
unggul.
Jika beras dan jagung sudah swasembada kapan untuk gula, daging sapi dan
kedelai ?
Untuk gula, saya katakan bisa swasembada tahun 2009, kedelai tahun 2011 dan
daging sapi tahun 2014.
Proyeksi lahan dan target produksi untuk kedelai jika swasembada, apa saja
dan berapa ?
Untuk lahan kedelai ada di Aceh, Jawa barat, Jawa Tengah,
Yogyakarta
,
Jawa
Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulewesi Selatan. Total target yang dicapai
sebesar 1.2 juta ton.
Harga kebutuhan pokok saat ini melambung tinggi, beras, minyak dan gula
naik. Banyak yang menyebut saat ini
Indonesia
sedang mengalami krisis
pangan. Bagaimana pendapat anda?
Tergantung dari sisi mana mereka menilai. Saya melihat semuanya tercukupi.
Apakah dengan tidak bisa makan kedelai merupakan orang susah ? Tidakkan
itu? Hanya stigma dan mindset orang perkotaan saja.
Kan
masih ada jagung,
gaplek, tiwul, beras, sagu yang merupakan bagian dari pangan. Dan itu kita
tidak kekurangan hal itu. Makanan pangan itu harus dipenuhi karbohidrat,
protein. Jadi konsepsi pangan ini yang harus diperbaiki.
Sedangkan dari sektor hewani seperti daging ayam dan telur juga sudah
swasembada. Untuk daging ayam negara kita berada di urutan 150 di seluruh
dunia. Kedelai urutan ke 11 jadi kalau disebutkan negara kita merupakan
pengimpor terbesar itu tidak betul.
Jaminan dari proyeksi lahan di tahun 2011 itu apa ?
Jaminannya adalah harga yang stabil. Untuk kedelai harga yang stabil adalah
Rp 5.500. Namun sekali lagi pertanian itu tidak bisa berdiri sendiri. Ingat
nggak pada tahun 2005 pemerintah meningkatkan biaya masuk sebesar 25 %,
rakyat teriak. Padahal tujuannya untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
Makanya saat ini dilakukan secara bertahap yaitu 10 % dahulu.