Ironi bangsa-bangsa Arab
September 12, 2008 by ayyash
“kenapa bangsa Arab yang menjadi saudara terdekat dan masih berlimpah harta enggan memberikan sumbangan dananya kepada bangsa Palestina”. Tegas seorang penanya melontarkan pertanyaannya pada seorang syeikh Imam Masjidil Aqsha yang bersilaturahim ke Indonesia Ahad kemarin..
Pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar dalam benak seluruh ummat Islam yang punya hati nurani, yang memiliki kepedulian akan kepedihan yang menemani hari-hari ribuan anak-anak, janda dan para lansia di Palestina
“Bangsa Arab bukan tidak mau memberikan sumbangan dananya pada rakyat Palestina, mereka mau memberikan sumbangan dananya tapi dengan syarat bangsa Palestina harus tunduk pada Amerika”. Kalimat terakhir ini membuat darahku mendidih..”Sebelum zhuhur tadi saya sudah tiba dimesjid ini, ada seorang laki-laki yang memberikan sebuah amplop pada saya, dan setelah saya buka isinya 50ribu rupiah. Uang 50ribu rupiah dari laki-laki tadi jauh lebih berharga daripada harta-harta bangsa Arab yang ingin memberikan bantuan dengan syarat tadi”. Pekikan takbir langsung menggema di dalam mesjid siang itu.
Banyak lagi pertanyaan yang diajukan peserta munashoroh Palestina ahad siang itu. Yang di tutup dengan penggalangan dana. Ketika akhir acara seorang ustadz maju kedepan dan mengumumkan jumlah bantuan yang berhasil dikumpulkan dari seluruh peserta yang hadir. Dengan suara bergetar menahan haru beliau mengumumkan jumlah uang yang terkumpul sejumlah 64juta sekian ratus ribu, sekian uang real, sekian uang ringgit, 19 gram emas, sekian buah cincin, sekian buah anting-anting, sekian buah jam, sekian buah handphone. Tak terbendung pekikan takbir kembali menggema se saentero mesjid.
Allaahummanshurna ikhwaaninaa fii kulli makaan..
syech Dr. Mahmoud Sheeyam, imam masjid tahun 84-88. blio bukan sedang keluar untuk jalan2 tapi kluar dari masjid al Aqsho karena diusir oleh yahudi laknatullah alaih…..
yang paling berkesan adl, ketika ada seorang akhwat yang memberikan anting2nya, anting2nya telah melekat erat ditelinga yang dimuliakan Allah. meski susah sang akhwat tsb memaksa agar bisa lepas dari telinganya.
mungkin karena dipaksa lepas, darah pun mengalir…….bahkan anting2nya masih basah dgn darahnya saat di berikan ke panitia ansithoh.
subhanallah…………………………
muliakanlah ia di sisi-Mu, karena kepeduliannya pada saudara2 di palestin. Allah Akbar…….
regards,
yang baca al anfal